RSS

Arsip Penulis: nurkhakimtegal

Tentang nurkhakimtegal

Hidup adalah ibadah, berbuatlah sebaik mungkin dan bermanfaat

POS Penyelenggaraan Ujian Sekolah 2015

Kepada seluruh penyelenggara ujian sekolah SD/MI tahun 2014/2015 untuk mengunduhnya di alamat berikut

http://www.kemdiknas.go.id/kemdikbud/sites/default/files/POS_Penyelenggaraan_Ujian_Sekolah_2015.pdf

Semoga bermanfaat

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 26 Maret 2015 in Uncategorized

 

Cara Cek Jadwal dan Lokasi UKG 2015 (Ujian Kompetensi Guru 2015)

Salam Satu data, Bagi para Calon Peserta PLPG 2015 yang sudah lulus pemberkasan maka tahap selanjutnya adalah mengikuti Tes Uji Kompetensi Guru yang akan di lakasanakan sesuai dengan jadwal yang ada di masing – masing tingkat kabupaten, namum Para Peserta UKG 2015 juga bisa melihat jadwal dan Lokasi Tes UKG 2015 melalui website resmi di sertifikasi guru. Bagi yang ingin melihat Lokasi dan Jadwal Tes UK guru 2015 berikut langkah – langkahnya : (Baca Juga Daftar Peserta Sertifikasi Guru 2015)

Kunjungi website http://sergur.kemdiknas.go.id/sg13/
Setelah terbuka silahkan pilih menu pencarian di pojok kanan atas.
Informasi Sertifikasi Guru 6

Masukkan Nomor NUPTK anda di kolom yang tersedia lalu tekan enter.
Informasi Sertifikasi Guru 4

Di layar anda akan muncul Data detail anda , Silahkan Baca bagian atas akan muncul tulisan yang menunjukkan Tempat dan waktu Ujian anda
Kategori Calon: Peserta UKG 2015
Lokasi TUK : ………………………….
Tanggal …………………………………….
Silahkan di catat agar tidak lupa dan sebagai referensi anda untuk mengikuti ujian UKG 2015. Jangan Lupa untuk membaca Kisi – kisi Soal Ujian UKG 2015.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 8 Maret 2015 in Uncategorized

 

SK Kisi-Kisi Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2014-2015

Sehubungan dengan telah di tetapkannya SK BSNP tentang Kisi-Kisi Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2014-2015, berikut disampaikan SK beserta Kisi-Kisi UN untuk diunduh dan dipergunakan untuk sekolah tingkat SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/SMK/SMALB dan Paket A, Paket B, Paket C dan Paket C Kejuruan . klik http://bsnp-indonesia.org/id/wp-content/uploads/2014/10/SK-Kisi-Kisi-UN-Tahun-Pelajaran-2014-2015.pdf

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 27 Januari 2015 in Uncategorized

 

Tag: ,

Tunjangan Sertifikasi Guru Terancam Dihentikan

Bakal semakin sulitnya mendapatkan tunjangan profesi atau sertifikasi
guru menjadi bahan perbincangan yang ramai di Forum Guru Sekolah
Dasar. Seorang guru, Misbahuddin Al Rasyid menulis di forum tersebut
dengan judul “Sertifikasi Guru Terancam Distop”, ini didasari banyaknya
aturan dan semakin sulitnya syarat menerima tunjangan sertifikasi.
Untuk mendapatkan tunjangan profesi, guru dituntut untuk memenuhi
beban mengajar 24 jam perpekan dengan siswa yang dibatasi jumlah
minimalnya. Hal ini menurut Misbahuddin, membuat guru harus pontangpanting
mengejar kekurangan jam mengajar di sekolah lain.
Kini di tahun 2015 untuk mendapatkan sertifikat profesi, guru harus
mengikuti Program Pelatihan Guru dalam Jabatan (PPGJ). Adanya program
PPGJ tentu dirasakan sangat sulit bagi guru dikarenakan waktu
tempuhnya yang cukup lama sekitar dua bulan (terdiri dari 140 jam
workshop dan sisanya praktik mengajar, bimbingan konseling, dan
membuat PTK).
“Setelah semua syarat yang begitu rumit tersebut, kini ada kabar terbaru
yang didapat dari dinas provinsi bahwa bagi guru yang telah sertifikasi
diharuskan memiliki nila Uji Kompetensi Guru (UKG) minimal 70 (skala
nasional)” tulis Misbahuddin (12/01/15).
Informasi yang didapatnya, bagi guru yang nilai UKGnya
dibawah 70
maka pada tahun 2015 ini akan mengikuti UKG lagi. Jika hingga tahun
2016, guru tersebut masih belum bisa mencapai 70 maka tunjangan
sertifikasinya akan dicabut dan yang bersangkutan dinyatakan tidak
berhak mendapatkan tunjangan sertifikasi lagi.
Sekedar diketahui, berdasarkan hasil UKG yang telah dilaksanakan
beberapa tahun yang lalu, banyak guru yang memiliki nilai UKG dibawah
70. Dari berbagai aturan dan syarat yang semakin sulit itulah, dia menilai
akan banyak guru yang distop tunjangan sertifikasinya.
Tahun 2015 ini program sertifikasi guru diubah menjadi melalui PPGJ yang
lebih lama pendidikannya dibanding sebelumnya, yaitu PLPG yang tidak
lebih dari 10 hari. Sementara itu, informasi tentang guru harus memiliki
nilai UKG minimal 70 yang belum jelas kebenarannya ini ditanggapi
beragam.
“Dengan adanya UKG berarti untuk evaluasi sejauh mana program
sertifikasi mampu meningkatkan kompetensi guru, bukan sekedar bagibagi
duit anggaran tanpa ada peningkatan output, setuju saya dengan
adanya evaluasi tersebut” tulis Earlys Setyo.
“Sangat tidak adil bahwa untuk menentukan keprofesionalan
seseorang
hanya dilihat dari tes kognitif (UKG) dengan batas nilai 70 saja. Padahal
pekerjaan mendidik itu tidak cuma harus memiliki kognitif yang hebat,
tetapi juga afektif dan psikomotor (skill)”, tulis Niena Noerlina.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 12 Januari 2015 in Uncategorized

 

Mendikbud Anies Baswedan Putuskan Kurikulum 2013 Dihentikan

Jakarta – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan menghentikan pelaksanaan Kurikulum 2013. Penghentikan itu diterapkan bagi sekolah-sekolah yang baru melaksanakan Kurikulum 2013 selama 1 semester.

“Saya memutuskan untuk menghentikan pelaksanaan Kurikulum 2013 di sekolah-sekolah yang baru menetapkan satu semester yaitu sejak tahun pelajaran 2014/2015,” kata Anies di kantornya, Jl Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (5/12/2014).

Anies menginstruksikan sekolah-sekolah itu agar‎ kembali menggunakan Kurikulum 2006 mulai semester genap tahun pelajaran 2014/2015. Anies menegaskan bahwa berbagai konsep di Kurikulum 2013 sebenarnya telah diakomodasi dalam Kurikulum 2006.

“Jadi tidak ada alasan bagi guru-guru untuk tidak mengembangkan metode pembelajaran di kela‎s,” kata Anies.

Selain itu, masih ada pula sekolah-sekolah yang sudah menetapkan Kurikulum 2013 selama 3 semester yaitu sejak tahun pelajaran 2013/2014. Sekolah-sekolah itu diharapkan tetap menerapkan Kurikulum 2013 dan dijadikan sebagai sekolah pengembangan dan percontohan Kurikulum 2013.

“Pada saat Kurikulum 2013 telah diperbaiki dan dimatangkan lalu sekolah-sekolah ini dimulai proses penyebaran penerapan Kurikulum 2013 ke sekolah lain di sekitarnya,” terang Anies.

Namun apabila ada sekolah yang keberatan menjadi sekolah pengembangan dan percontohan Kurikulum 2013 dengan alasan ketidaksiapan dapat mengajukan diri kepada Kemendikbud untuk dikecualikan. ‎Sekolah yang sudah menerapkan Kurikulum 2013 selama 3 semester ini jumlahnya 6.221 dari 208.000 sekolah (SD/SMP/SMA/SMK).

Kemudian, Anies juga memutuskan untuk mengembalikan tugas pengembangan Kurikulum 2013 kepada Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbud. Pengembangan Kurikulum tidak ditangani oleh tim ad hoc yang bekerja jangka pendek.

“Kemendikbud akan melakukan perbaikan mendasar terhadap Kurikulum 2013 agar dapat dijalankan dengan baik oleh guru-guru,” ucap Anies.

Anies juga mengatakan malam ini juga surat edaran kepada seluruh kepala sekolah di Indonesia akan disiapkan dan segera dikirimkan ke sekolah-sekolah tersebut.

(dha/mpr)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 6 Desember 2014 in Uncategorized

 

Mendikbud Batalkan Penerapan K-13 untuk Semua Sekolah

Jakarta – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Rasyid Baswedan menggelar pertemuan dengan tim evaluasi Kurikulum 2013 (K-13), Rabu (3/12) pagi. Pertemuan itu menyimpulkan K-13 tidak akan diterapkan di semua sekolah sebagaimana rencana awal, melainkan dibatasi kepada sekolah-sekolah yang sudah siap saja.

Mendikbud akan menyaring kesiapan sekolah berdasarkan sejumlah kriteria. Untuk sekolah-sekolah yang belum siap, mendikbud mengizinkan kembali kepada Kurikulum 2006.

“Menteri minta supaya kita mengembangkan bagaimana kriteria siap untuk sekolah-sekolah yang akan melaksanakan Kurikulum 2013 karena opsinya melanjutkan tapi selektif, sambil membenahi,” kata Ketua Tim Evaluasi K-13 Prof Suyanto di Jakarta, Rabu.

Menurut Suyanto, Mendikbud Anies akan membuat sekolah-sekolah prototipe atau sekolah model untuk K-13. Sekolah prototipe terdiri atas sekolah-sekolah yang melaksanakan K-13 pada tahap pertama (tahun 2013), yaitu sebanyak 6.326 sekolah, ditambah dengan sebagian sekolah pelaksana K-13 di tahap kedua (tahun 2014) yang dinilai sudah siap.

Suyanto mengatakan keputusan mendikbud sebenarnya sama dengan implementasi K-13 pada tahap pertama tahun 2013. Ketika itu, K-13 hanya diterapkan secara terbatas kepada “sekolah inti”.

“Kemauan Pak Menteri membuat prototipe sekolah-sekolah, bukan hanya mengirimkan konsep kurikulum tapi aplikasi kurikulum ke sekolah-sekolah yang baru menerapkan,” katanya.

Suyanto menambahkan opsi “selected school” merupakan opsi paling moderat di antara dua opsi lainnya.

Sebelumnya, tim evaluasi K-13 mengajukan tiga opsi terkait kelanjutan K-13, yaitu, pertama, K-13 akan dihentikan sama sekali. Kedua, K-13 diterapkan di sekolah-sekolah terpilih yang sudah sangat siap dari berbagai aspek. Ketiga, K-13 dijalankan seperti saat ini tapi dilakukan pembenahan sehingga hasilnya lebih baik.

“Itu opsi paling moderat di antara tiga opsi. Ada pro dan kontra dalam K-13 maka diwadahi dalam pilihan itu. Jangan sampai pro kontra tajam sekali,” ujar Suyanto.

Menurutnya, sekolah-sekolah prototipe nantinya akan mempermudah sekolah-sekolah lain untuk melaksanakan K-13. Sebab, pada akhirnya, semua sekolah harus melaksanakan K-13.

“Jadi dibuat prototipe lalu dikloning. Bupati-bupati nanti diminta mengkloning untuk ambil model dari sekolah-sekolah yang sudah baik itu,” katanya.

Sementara itu, Mendikbud Anies Baswedan, saat ditemui seusai pertemuan dengan tim evaluasi hari Rabu pagi, enggan membeberkan hasil pertemuan. Dia mengatakan semua informasi akan diberikan lengkap pada Rabu sore.

“Saya sudah putuskan nanti dibikin detailnya. Lebih baik ngomong-nya sudah lengkap termasuk konsekuensi-konsekuensinya,” kata Anies yang terburu-buru karena akan mengikuti sidang kabinet.

Di pihak lain, anggota tim evaluasi K-13, Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof Hamid Hasan mengatakan keputusan mendikbud adalah melanjutkan K-13 namun secara terbatas dengan menunjuk sekolah-sekolah prototipe. Menurutnya, tim evaluasi masih menyiapkan kriteria sekolah-sekolah yang dianggap siap untuk melaksanakan K-13.

“Jadi mirip model Cianjur saat pelaksanaan CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif). Jadi diterapkan di sekolah-sekolah tahun pertama yang menjadi sekolah inti dan ada juga sekolah-sekolah yang melaksanakan di tahun kedua, lalu disebarkan ke yang lain,” ujar Hamid.

Hamid belum bisa memastikan jumlah sekolah yang dinilai siap. Namun, salah satu kriterianya adalah akreditasi sekolah.

Suara Pembaruan

Penulis: C-5/YS

Sumber:Suara Pembaruan

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 3 Desember 2014 in Uncategorized

 

Tag: ,

Persyaratan Guru Penerima Tunjangan Fungsional 2015

Tunjangan Fungsional merupakan salah satu tunjangan yang diberikan kepada guru yang memenuhi syarat baik untuk PNS maupun NoN PNS. Setiap tahun tunjangan ini akan dinanti setiap guru untuk menambah kesejahteraan guru tersebut. Untuk mendapatkan Tunjangan Fungsional ini bagi guru non PNS harus memenuhi Kriteria Guru Penerima tunjangan Fungsional sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen serta Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru.

Kriteria Guru Penerima Tunjangan Fungsional
Guru bukan pegawai negeri sipil (GBPNS) pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat yang dibuktikan dengan Surat Keputusan yang diterbitkan oleh penyelenggara pendidikan;
Memiliki masa kerja sebagai guru secara terus menerus sekurang-kurangnya 6 (enam) tahun dengan ketentuan, terhitung mulai tanggal (TMT) 1 Januari 2006 secara terus menerus bagi GBPNS yang bertugas di satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat, dibuktikan dengan surat keputusan pengangkatan pertama sebagai guru;
Memenuhi kewajiban melaksanakan tugas minimal 24 jam tatap muka per minggu bagi guru yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Pembagian Tugas Mengajar oleh Kepala Satuan Pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat atau ekuivalen dengan 24 jam tatap muka per minggu setelah mendapat persetujuan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan;
Guru yang mendapat tugas tambahan sebagai kepala satuan pendidikan mengajar minimal enam (6) jam tatapmuka per minggu atau membimbing 40 (empat puluh) peserta didik bagi kepala satuan pendidikan yang berasal dari guru bimbingan dan konseling/konselor;
Guru yang mendapat tugas tambahan sebagai wakil kepala satuan pendidikan mengajar minimal dua belas (12)jam tatap muka per minggu atau membimbing delapan puluh (80) peserta didik bagi wakil kepala satuan pendidikan yang berasal dari guru bimbingan dan konseling/konselor;
Guru yang mendapat tugas tambahan sebagai kepala perpustakaan, kepala laboratorium, kepala bengkel, kepala unit produksi mengajar minimal dua belas (12) jam tatap muka perminggu;
Guru yang bertugas sebagai guru Bimbingan Konseling paling sedikit mengampu seratus lima puluh (150) peserta didik pada satu atau lebih satuan pendidikan;
Guru yang bertugas sebagai guru pembimbing khusus pada satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan inklusi atau pendidikan terpadu paling sedikit enam (6) jam tatap muka per minggu;
Guru yang bertugas sebagai guru pada satuan pendidikan khusus seperti pada daerah perbatasan, terluar, terpencil, atau terbelakang; masyarakat adat yang terpencil; dan/atau mengalami bencana alam; bencana sosial; dan tidak mampu dari segi ekonomi;
Guru yang berkeahlian khusus yang diperlukan untuk mengajar mata pelajaran atau program keahlian sesuai dengan latar belakang keahlian langka yang terkait dengan budaya Indonesia;
Guru yang tidak dapat diberi tugas pada satuan pendidikan lain untuk mengajar sesuai dengan kompetensinya dengan alasan kesulitan akses dibandingkan dengan jarak dan waktu;
Memiliki nomor unik pendidik dan tenaga kependidikan (NUPTK);
Memiliki nomor rekening tabungan yang masih aktif atas nama penerima STF;
Guru yang belum memiliki sertifikat pendidik.
Mudah – Mudahan Informasi di atas bermanfaat dan semua guru yang memenuhi persyaratan di atas bisa mendapatkan tunjangan Fungsional pada periode 2014/2015. Aamiin

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 10 November 2014 in Uncategorized

 
 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: